Selasa, 26 Maret 2013

Kontroversi RUU Santet

Beberapa hari ini media massa kembali dihebohkan dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Santet yakni pasal 196 RUU KUHP. Keinginan Komisi III DPR untuk mensahkan RUU ini tidak tanggung-tanggung, hal ini dibuktikan dengan akan berangkatnya sekitar 30 anggota DPR ke 4 negara yakni Rusia, Inggris, Perancis dan Belanda untuk melakukan studi banding terkait isu santet. Alokasi dana studi banding yang dianggarkan untuk setiap anggota DPR sebesar lebih dari 100 juta per orang dan akan berangkat pada bulan April mendatang.

Selaku Konsultan Spiritual, saya sangat tidak setuju apabila RUU Santet ini benar-benar disahkan. Karena menurut pandangan saya, pasal 196 RUU Santet ini sangat bias dan berpotensi menjadi pasal karet yang bisa dipergunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk menjatuhkan pihak lain. Mekanisme dan parameter yang akan dipergunakan dalam proses penyidikan hingga pemeriksaan pun sangat sulit dilakukan karena tidak ada materi yang bisa dibuktikan secara ilmiah dan otentik. Pihak-pihak penegak hukum dari tingkat kepolisian hingga peradilan yang terlibat dalam kasus ini pun harus memiliki ilmu pengetahuan valid dalam dunia santet, demikian pun saksi ahli yang akan dihadirkan nantinya harus memiliki ilmu pengetahuan dan sekaligus memiliki ilmu santet untuk bisa membantu menelaah kasus santet yang dihadirkan dalam persidangan.

Apabila RUU Santet ini benar disahkan maka saya kawatir akan terjadi amuk massa dalam skala yang lebih luas sebagaimana yang pernah terjadi di daerah Banyuwangi dimana masyarakat secara berkelompok membunuh beberapa orang yang diduga dukun santet. Dengan adanya RUU Santet yang disahkan maka amuk massa akan lebih mudah tersulut karena tindakan tersebut seolah-olah memang telah dibenarkan secara hukum oleh negara. Menurut pandangan saya, negara Indonesia tercinta ini akan mengalami kemunduran budaya dan hukum 3 ratus tahun kebelakang. Tragedi Abad Kegelapan yang pernah terjadi di Eropa akan terjadi di Indonesia. Pada abad kegelapan banyak terjadi pembunuhan atau hukuman mati di tiang pembakaran atas dasar tuduhan penyihir yang banyak dilakukan oleh pihak berwenang dimana sebagian besar pihak tertuduh adalah korban sentimen dan tuduhan atas dasar dugaan semata.

Apabila dulu pihak berwenang bisa menggunakan tuduhan komunis untuk mengeliminasi pihak-pihak yang bertentangan dengan pemerintah seperti yang pernah terjadi di jaman orde lama maka besar kemungkinan juga pasal RUU Santet ini akan dipergunakan oleh pihak berwenang untuk mengeliminasi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh. Pasal 196 RUU Santet ini sangat berpotensi menjadi pasal karet.

Jika proses penyelidikan santet hanya berpegang pada sakit yang diderita oleh sang korban yang kebetulan saja tidak bisa dijelaskan secara medis, hal ini pun masih sangat bias karena di dunia ini masih banyak penyakit yang diderita manusia belum bisa didiagnosis oleh dokter dan juga belum ada obatnya salah satu contohnya HIV Aids dan Ebola. Apalagi Indonesia termasuk negara yang masih berkembang dimana teknologi kedokteran belum secanggih di dunia maju seperti Amerika dan Inggris sehingga diagnosa dokter di Indonesia masih belum bisa sedetil dan seakurat dibandingkan dokter-dokter di negara-negara maju sehingga hal ini bisa memperumit proses peradilan RUU Santet di lapangan nantinya. Inti kata, pasal santet harus bisa didasarkan pada bukti-bukti otentik dari berbagai aspek yang bisa dibuktikan secara valid.

Beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang dan Rusia dewasa ini mereka berlomba-lomba melakukan eksplorasi planet Mars dengan tujuan untuk bisa menempatkan koloni manusia sebagai wahana dunia baru namun sedihnya Indonesia malah berkutat pada hal-hal mistis yang menggelikan. Ilmu santet termasuk ke dalam ranah budaya dan spiritual. Biarlah dunia mistis dan spiritual berdiri sendiri dan berkembang bersama budaya lokal.

Akan lebih bijaksana apabila dana milyaran yang dikeluarkan untuk studi banding RUU Santet ini dipergunakan untuk studi banding kemajuan pendidikan anak bangsa serta teknologi terkini sehingga manfaatnya lebih nyata bagi generasi penerus bangsa.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Kamis, 21 Maret 2013

Ramalan yang tidak realistis

Ketika saya memberikan beberapa masukan dan alternatif solusi perihal jalan cinta kasihnya serta prospek penjualan rumahnya, secara mengejutkan sekaligus menggelikan dia meminta jaminan hitam di atas putih atas hasil ramalan yang saya berikan.

Selama saya berpraktek sebagai seorang konsultan spiritual dan peramal tarot profesional selama lebih dari 10 tahun, saya pernah menjumpai beberapa klien yang memiliki harapan dan keinginan yang tidak masuk diakal dan kurang realistis ketika hendak berkonsultasi dengan saya. Oleh sebab itu, setiap kali seorang klien baru yang hendak berkonsultasi dengan saya maka saya terlebih dulu akan menjelaskan metodologi dan mekanisme sesi konsultasi termasuk biaya dan juga prosedurnya. Saya akan ungkapkan secara terbuka dan jujur apa saja yang bisa saya lakukan dan apa yang tidak dilakukan agar mereka tidak kecewa sesudahnya. Saya akan sampaikan pula bahwasanya tingkat akurasi yang bisa saya tawarkan hanya berkisar 70 persen hingga 80 persen saja, dalam asumsi dari 10 pertanyaan kemungkinan besar yang akurat hanya 7 hingga 8 pertanyaan. Saya dan anda harus tahu bahwa untuk mendapatkan akurasi 100 persen itu mustahil adanya karena hanya Tuhan saja yang Maha Bisa dan Maha Tahu. Di dunia ini benar atau salah bersifat sangat relatif sehingga untuk mencapai kesempurnaan itu tidaklah memungkinkan.

Ada beberapa contoh kasus klien yang menurut pandangan saya tidak masuk diakal dan tidak realitis. Diantaranya adalah: ada seorang wanita yang sedang kehilangan pekerjaan, dia hendak berkonsultasi dengan saya terkait dengan masalah prospek pekerjaan di masa depan. Lucunya, dia hanya mau berkonsultasi dan akan membayar jika saya bisa memberikan jawaban bahwa dia pasti dapat kerja. Demi kebaikan dia dan juga demi integritas saya, saya menolak keinginan dia yang demikian itu. Bukan porsi saya memastikan nasib seseorang di masa depan. Sebagai seorang konsultan spiritual, saya hanya bertugas memberikan gambaran dan masukan serta bimbingan jalan spiritual. Bisa saja saya berbohong dan memberikan dia angin surga dengan tujuan sekedar mendapatkan uang, namun saya tidak sehina itu. Jika direnungkan lebih mendalam, wanita tersebut bisa dimaklumi jika bertanya tentang kepastian mendapatkan pekerjaan namun dari cara dia memaksakan keinginan dan bergantung sepenuhnya pada ramalan untuk nasib masa depannya, bagi saya wanita tersebut termasuk manusia yang egois.

Ada juga seorang perawan tua yang datang berkonsultasi hanya untuk mendapatkan kepastian masa depan jodohnya. Yang sangat mengherankan adalah harapan dan keinginan dia yang termasuk terlalu memaksakan keinginan dan harapan yang tidak realistis. Dia hanya mau berkonsultasi dan membayar jika saya bisa memberikan kepastian tanggal, bulan dan tahun kapan dia bisa menikah di masa depan. Klien semacam ini sudah pasti saya tolak dengan tegas.

Ada kasus yang lebih konyol dan ekstrim pernah saya temui. Beberapa tahun yang lampau, saya didatangi seorang pria berusia sekitar 35 tahun. Dari analisa, ramalan dan hasil terawangan saya melihat bahwa dia masih akan mengalami beberapa kali perceraian lagi dalam perjalanan cinta kasihnya di masa depan. Hal ini termasuk kasus yang luar biasa mengingat pada saat itu dia sudah kawin cerai 5 kali padahal usianya masih 35 tahun. Namun dalam pandangan saya, hal ini bisa dimaklumi karena dari hasil analisa karakter dia termasuk pria yang cenderung arogan, egois, tidak mau rugi dan cenderung licik baik dalam berbisnis maupun dalam menjalani cinta kasihnya. Pada saat itu, dia juga menanyakan perihal prospek penjualan salah satu rumah mewahnya di daerah Jakarta Selatan senilai hampir hampir 4 Milyar. Ketika saya memberikan beberapa masukan dan alternatif solusi perihal jalan cinta kasihnya serta prospek penjualan rumahnya, secara mengejutkan sekaligus menggelikan dia meminta jaminan hitam di atas putih atas hasil ramalan yang saya berikan. Bisa anda bayangkan betapa luar biasanya sifat egois pria ini ! Hanya dengan membayar konsultasi beberapa ratus ribu namun dia meminta kepastian dan jaminan di atas kertas atas nasib cinta kasihnya dan juga prospek penjualan rumahnya berharga 4 Milyar tersebut. Saya dengan tegas menolak dan mengatakan pada orang itu bahwa keinginan dia tidak bisa dipenuhi dan tidak  masuk diakal. Saya berikan analogi bahwasanya apabila dia pergi ke dokter dan akan dilakukan tindakan operasi, justru dia lah yang harus membuat perjanjian hitam di atas putih sebelum melakukan tindakan operasi. Semua dokter dimana pun di dunia ini tidak akan ada yang mau memberikan perjanjian hitam di atas putih jaminan kesembuhan terhadap pasiennya, apalagi saya yang hanya selaku konsultan spiritual. Tidak mengherankan apabila pria ini hidup penuh dengan penderitaan meskipun berlimpah harta benda karena dia memetik hasil buah karma perbuatannya yang licik dan egois.

Contoh lain yang sering terjadi terkait dengan harapan dan keinginan yang kurang realistis adalah beberapa orang yang menghubungi saya hanya untuk mendapatkan ramalan dan konsultasi secara gratis. Banyak diantara mereka sebenarnya memiliki uang namun untuk mendapatkan solusi dan jawaban dari permasalahan hidup pribadinya yang rumit, mereka tidak mau rugi dan mengharapkan ramalan dan konsultasi gratisan. Yang perlu diingatkan terhadap orang-orang semacam ini adalah: Untuk mendapatkan dan meraih sesuatu di dalam hidup ini, kita harus rela berkorban dan berusaha. Terlebih lagi jika itu berkaitan dengan masalah kehidupan pribadi maka sudah selayaknya kita rela berkorban dan berusaha untuk mendapatkan jalan keluarnya.

Saya dapat simpulkan bahwasanya kebanyakan orang yang hendak berkonsultasi dan mengharapkan hasil yang tidak realistis, kebanyakan dari mereka memiliki sifat egois, mau enaknya sendiri dan mau menang sendiri. Mereka mengharapkan orang lain mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah pribadi mereka.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Minggu, 17 Maret 2013

Arti mimpi naik genteng





Mimpi ini saya alami beberapa pekan yang lalu pada hari Minggu pagi dan ada kaitannya dengan sahabat saya. Di dalam mimpi tersebut, saya sedang mendatangi rumahnya dan mengajak untuk main ke suatu tempat. Ketika saya hendak berangkat dan keluar dari rumahnya, saya cari kemana-mana dia tidak ada. Tiba-tiba saja ada suara dari atas dan nampaklah dia berdiri di atas genteng rumahnya sambil memanggil-manggil nama saya. Saya heran dan sempat bertanya sedang apa dia di sana. Kemudian saya terbangun. Seperti biasanya, apabila saya bermimpi sesuatu yang bermakna mendalam maka saya akan segera berbagi cerita dengan orang-orang yang muncul di dalam mimpi saya. Saya segera menelepon dia dan menceritakan mimpi itu dan saya ungkapkan rasa kekawatiran karena saya merasa simbol-simbol mimpi yang ada di sekitar rumahnya menandakan akan adanya masalah besar yang bersangkutan dengan rumah tangga dan keluarganya.

Keesok harinya, saya kembali menghubungi sahabat saya tersebut dan ternyata pada hari Minggu sore telah terjadi kehebohan dan keributan besar antara dia dengan adik bungsunya. Mereka berdua terlibat baku hantam karena suatu masalah dendam lama hingga mengundang para tetangga untuk datang melerai. Kejadian perkelahian tersebut persis berada di sekitar rumah yang ada di dalam mimpi saya. Saya bersyukur karena sahabat saya tersebut tidak terluka sedikit pun, hanya ada rasa kesal dan dendam saja yang ada di hatinya.

Rupa-rupanya arti simbolis tafsir mimpi naik genteng rumah menggambarkan akan munculnya masalah keluarga yang memalukan dan aib keluarga yang akan terkuak oleh banyak orang dimana orang yang naik genteng di dalam mimpi tersebut menjadi tokoh utama peristiwa yang akan terjadi nantinya.

Mimpi-mimpi yang penuh makna dan berkesan mendalam yang ada hubungannya dengan orang-orang terdekat kita, biasanya membawa pesan dan firasat yang tepat dan akurat. Ada baiknya kita semua memperhatikan dan memikirkan maknanya agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa kita hindari di kemudian hari.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------