Jumat, 27 Juli 2012

Berkomunikasi dengan arwah secara langsung




Gambar: Osho Zen Tarot



Proses berkomunikasi dengan arwah secara langsung bisa dilakukan oleh sebagian besar ahli spiritual baik secara disengaja atau secara kebetulan. Ada beberapa medium atau sarana yang dipergunakan agar komunikasi dengan arwah bisa dilakukan yakni salah satunya dengan menggunakan jailangkung. Jailangkung merupakan media sederhana yang sudah berumur ratusan tahun dan menjadi salah satu bagian kebudayaan terutama di daerah pulau Jawa. Media yang lain adalah dengan menggunakan papan oujia. Papan ouija ini lebih populer dipergunakan di dunia barat dan ada kaitannya dengan agama pagan di masa abad pertengahan.

Semakin peka mata batin seorang ahli spiritual biasanya akan semakin jelas dan semakin mudah baginya untuk bisa melihat penampakan arwah di dunia gaib. Tidak hanya sekedar penampakan arwah saja namun juga bentuk-bentuk entitas gaib lainnya. Sedangkan bagi orang biasa, bertemu atau berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal bisa juga dialaminya namun kebanyakan adalah pertemuan dengan arwah-arwah yang mereka sudah kenal sebelumnya seperti arwah teman, saudara, orang tua atau kerabat lain yang sudah meninggal. Semakin erat ikatan emosional diantara mereka biasanya akan semakin mudah terjalin komunikasi diantara mereka walaupun sudah berbeda alam.

Pengalaman saya dalam hal berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal secara langsung lebih sering terjadi secara spontan dan tidak direncanakan. Beberapa diantaranya pertemuan saya dengan arwah bapak saya sendiri, tante dan yang hingga kini masih sering terjadi adalah komunikasi dengan kakak laki-laki saya yang di tahun 2010 lalu meninggal mendadak karena penyakit liver.

Pada waktu-waktu tertentu, bapak saya almarhum yang telah meninggal di tahun 1983 masih sering berkunjung. Biasanya kedatangan beliau akan diawali dengan bau-bauan wangi yang lebih mirip dengan bau karbol pembersih lantai dan terkadang bau wangi bunga setaman, baru kemudian beliau akan menampakan dirinya. Anehnya dimana pun saya berada, beliau bisa tetap menemukan saya bahkan meskipun saya sudah beberapa kali pindah tempat tinggal namun beliau tetap bisa menemui saya. Dari situlah saya berpikir, alam gaib nampaknya tidak ada batas wilayah dan waktu. Segalanya nampak berjalan dalam keheningan absolute.




Foto: 
Penampakan hantu di kuburan (lihat tanda panah)



Sedangkan kakak laki-laki almarhum saya hingga kini masih datang beberapa kali meskipun terkadang dia hanya menampakan suara saja. Salah satu contohnya ketika saya hendak tidur malam, terkadang dia bicara tanpa menunjukan diri dan meminta saya untuk jangan tidur dulu. Sewaktu dahulu masih hidup dia memang paling suka bercanda dengan saya maka tak heran meskipun dia sudah meninggal, prilaku dia nampaknya masih tetap sama.

Ketika saya bertemu dengan arwah yang sudah meninggal atau entitas gaib lainnya, entah mengapa saya merasa tiba-tiba saja waktu seakan berhenti dan lingkungan dimana saya bertemu dengan mereka menjadi hening senyap. Semua yang ada hanya saya dan mereka. Setelah saya renungkan fenomena ini, saya beranggapan bahwasanya ketika saya berjumpa dengan mereka sebenarnya sayalah yang telah memasuki alam mereka. Bukan mereka yang memasuki alam manusia karena lingkungan dan waktu seakan membeku. Ketika pintu alam gaib terbuka, pada saat itulah batas antara kenyataan dan kegaiban menjadi sangat tipis.

Dari pengalaman mistis seperti inilah kemudian saya banyak merenung dan memetik pembelajaran, sejatinya ketika kita telah memutuskan untuk menempuh jalan spiritualitas maka sudut pandang kita akan terbuka dan mampu memahami bahwasanya dunia materi dan dunia gaib pada intinya bersatu serta bersinergi. Ketika kita kelak meninggal sebenarnya kita hanya bertransformasi ke dalam bentuk lain yakni bentuk non-materi namun dalam hal-hal tertentu sesungguhnya kita masih terhubung dengan dunia materi.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Minggu, 22 Juli 2012

Berkomunikasi dengan arwah melalui meditasi





Gambar: Osho Zen Tarot




Setelah sebelumnya saya menceritakan pengalaman berkomunikasi dengan arwah melalui mimpi, kali ini saya hendak berbagi pengalaman mengenai berkomunikasi dengan arwah melalui meditasi.

Jenis dan ragam teknik bermeditasi bermacam-macam, demikian pula pengalaman spiritual yang dialami oleh pelaku meditasi pun berlainan. Sebagaimana telah diketahui bersama, gelombang otak manusia terbagi menjadi 4 yakni: Beta, Alfa, Theta dan Delta. Ketika kita bermeditasi, pola gelombang otak kita akan berpindah-pindah dari Beta ke Alfa kemudian Theta dan terkadang jika proses meditasi kita benar-benar terfokus maka kita bisa berada dalam gelombang otak Delta dimana gelombang otak Delta ini kondisi hati, pikiran dan alam bawah sadar kita benar-benar rileks menuju ke kondisi semedhi.

Ketika kita mengalami proses perpindahan dari ke empat pola gelombang otak tersebut, kebanyakan dari kita akan mengalami suatu sensasi tersendiri. Ada sebagian besar orang yang melihat penampakan bola-bola cahaya, garis-garis cahaya yang bersilangan, penampakan kejadian di masa lalu maupun masa depan bahkan terkadang kita bisa bertemu dengan sosok orang-orang suci semacam nabi atau santo atau bahkan kita bisa bertemu dengan orang-orang yang sudah meninggal dunia. Ada sebagian besar ahli meditasi menganggap bahwasanya penampakan yang kita temui ketika bermeditasi tersebut hanyalah fatamorgana namun ada juga beberapa ahli meditasi yang berpendapat berbeda.

Beberapa kali saya mengalami suatu peristiwa dimana saya berkomunikasi dengan arwah melalui meditasi. Ada beberapa arwah yang saya memang kenal namun banyak juga yang saya tidak pernah bertemu dan tidak mengenalnya sama sekali. Ada suatu kejadian yang berkesan saya alami ketika saya tengah bermeditasi di pagi hari dimana pada saat itu saya bertemu dengan seorang gadis muda berambut ikal sebahu namun dalam kondisi dahinya terbelah sehingga terlihat sedikit otaknya menyembul keluar. Dia meminta saya menyampaikan suatu pesan kepada orang tuanya namun saya menolak karena beberapa alasan. Pertama, saya tidak mengenal dia sehingga akan sulit bagi saya untuk mengetahui alamat dan lokasi tempat tinggal keluarganya. Kedua, adapun jika saya bisa menemukan alamatnya maka tidak mudah bagi saya untuk meyakinkan keluarga untuk percaya akan pesan yang saya sampaikan.

Pada kali kedua saya bermeditasi, gadis muda tersebut kembali muncul dan kali ini dia menunjukan letak kuburan dan batu nisannya berada. Namun tetap saja saya tidak bersedia menyampaikan pesannya karena tugas dan tanggung jawab menyampaikan pesan yang bersifat gaib bukanlah hal yang mudah dikerjakan. Resiko penolakan dan penilaian negatif lainnya akan sangat mudah terpicu karena hal-hal gaib seperti ini tolok ukur pembuktiannya bagi semua pihak sangat tidak jelas dan absurd. Kali itu, saya hanya bisa mengirimkan dia doa agar dia lebih tenang di alam sana.

Cerita nyata di atas adalah sekelumit contoh pengalaman saya berkomunikasi dengan arwah melalui meditasi. Namun demikian, bukanlah tujuan saya dalam bermeditasi untuk bisa berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal. Semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan dan diinginkan.

Hal ini bukanlah suatu yang mustahil untuk bisa dialami oleh orang lain juga karena ketika kita tengah mengalami kondisi meditasi yang dalam, alam bawah sadar dan pikiran kita bersifat sangat reseptif (mudah menerima dan peka) terhadap hal-hal yang bersifat gaib dan spiritual.

------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Rabu, 11 Juli 2012

Berkomunikasi dengan arwah melalui mimpi



Gambar: Osho Zen Tarot





Salah satu cerita nyata berkaitan dengan kejadian berkomunikasi dengan arwah melalui alam mimpi ini saya alami di bulan Maret 2012 yang lalu. Pada kejadian kali ini saya bermimpi bertemu dengan salah seorang tetangga saya yang baru saja meninggal mendadak 2 minggu sebelumnya disebabkan oleh serangan penyakit jantung ketika dia sedang tidur dinihari. Dia adalah seorang janda yang sudah berusia paruh baya dan memiliki 3 anak yang kesemuanya sudah menikah, sebut saja almarhumah janda ini dengan nama N.

Ibu N ini adalah wanita yang taat beribadah, mandiri dan berkepribadian baik. Meskipun dia sudah paruh baya, dia tetap rajin bekerja dikarenakan dia menjadi tulang punggung keluarganya. Segala hal yang berurusan dengan tetek bengek urusan ke 3 anaknya biasanya dialah yang menanganinya. Kebetulan semua anak-anaknya tetap tinggal bersama dalam satu rumah meskipun mereka sudah menikah.

Kematiannya sangat mendadak dan terjadi pada sekitar jam 3 dinihari. Saya pun ikut terkejut mendengarnya. Saya dan ibu N ini memiliki hubungan yang sangat baik. Sekitar dua minggu kematiannya, seperti biasanya setelah saya bermeditasi pada malam hari kemudian saya beranjak tidur. Ketika itulah, saya bermimpi yang kejadiannya seolah nyata. Di dalam mimpi saya tersebut, ibu N datang menghampiri saya dengan menggunakan daster batik berwarna kuning kecoklatan. Dia tersenyum bahagia, nampak tiada beban sama sekali. Kemudian tanpa berkata-kata kami berdua berkomunikasi. Ibu N ini menitipkan pesan kepada saya agar disampaikan kepada anak-anaknya perihal renovasi genteng rumah yang ada di atas kamar tidur sebelah kanan rumahnya. Kemudia ibu N ini menunjukan lokasinya pada saya. Dia pun memperingatkan agar secepatnya genteng tersebut diperbaharui karena bila tidak, dia kawatir atap yang ada di teras rumah akan ikut roboh karena sudah lapuk dan saling bertautan.

Pada pagi harinya, segera saja saya sampaikan pesan tersebut kepada anak pertamanya. Mereka adalah keluarga yang sangat religius dan saya paham benar reaksi apa yang akan saya terima dengan menceritakan pesan semacam itu. Anak pertamanya adalah seorang perempuan dan ternyata dia bisa mempercayai pesan yang saya sampaikan. Dia berkata bahwasanya memang sudah lama sebelum ibunya meninggal, mereka berencana memperbaiki genteng kamar yang lapuk tersebut namun tertunda karena belum ada tukang yang bisa memperbaikinya. Dari situlah saya sendiri pun menjadi yakin bahwa arwah yang mendatangi saya di alam mimpi semalam tentunya asli dari almarhumah ibu N karena ternyata isi pesan sama persis dengan kondisi yang ada di dalam keluarga mereka. Tak beberapa lama kemudian, renovasi atap rumah yang lapuk pun dilaksanakan.

Namun ternyata cerita tidak hanya sampai di situ saja. Suami dari anak pertama tersebut menegur dan merasa tidak senang serta tidak percaya dengan isi pesan yang saya sampaikan. Dia berpedoman pada dogma agamanya bahwasanya orang yang sudah meninggal ya meninggal saja, tidak mungkin bisa berkomunikasi dengan manusia yang masih hidup karena mereka sudah berada di alam kubur. Saya jawab saja bahwasanya saya hanyalah menyampaikan pesan, masalah percaya atau tidak percaya biarlah itu menjadikan keyakinan masing-masing orang. Adalah suatu hal yang menggelikan dan tidak bijaksana apabila seseorang itu memaksakan dogma dan keyakinan kepada orang lain karena pada dasarnya setiap orang memiliki hak yang sama dalam menganut suatu keyakinan. Saya sendiri toh.... pada waktu itu tidak memaksakan keluarga almarhum ibu N untuk harus percaya dengan pesan yang saya sampaikan.

Saya yakin ilmu dan rahasia Tuhan itu Maha Luas. Saya pun yakin kita hidup di alam semesta ini terbagi menjadi beberapa dimensi. Sifat fanatik yang berlebihan hanya akan menutup mata batin dan pola pikiran. Apa yang saya alami di atas, saya anggap sebagai pembelajaran menuju jalan eling spiritual.
------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Senin, 09 Juli 2012

Berkomunikasi dengan arwah




 
Gambar: Osho Zen Tarot





Keberadaan arwah masih merupakan misteri yang menjadi perdebatan baik secara religius, spiritual maupun ilmiah. Pertanyaan yang sering kita lontarkan adalah: kemanakah arwah pergi apabila kita nantinya meninggal dunia?

Setiap agama, budaya dan kepercayaan memiliki sudut pandang dan pendapat yang berbeda-beda. Namun hingga kini rasa penasaran tentang keberadaan arwah orang yang sudah meninggal masih belum bisa dijawab secara memuaskan. Meskipun demikian, komunikasi dengan arwah yang sudah meninggal bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Ada beberapa orang yang memiliki kemampuan spiritual bisa melakukannya, dalam kasus-kasus tertentu orang biasa pun bisa juga melakukan komunikasi dengan arwah yang sudah meninggal terutama terhadap arwah anggota keluarganya sendiri atau arwah orang-orang yang memiliki ikatan emosional yang kuat.



Gambar:
Foto penampakan arwah di kuburan Bachelor Grove. Foto diambil dengan menggunakan infra merah.





Proses berkomunikasi dengan arwah bisa dilakukan secara langsung atau bisa juga dilakukan melalui suatu medium. Adapun proses berkomunikasi dengan menggunakan medium bisa dilakukan dengan bantuan papan ouija, jailangkung, pena khusus dan sebagainya. Sedangkan komunikasi secara langsung bisa dilakukan secara berkelompok atau secara individual.

Saya sebagai konsultan spiritual dan peramal tarot memiliki beberapa kali pengalaman berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal secara langsung. Beberapa arwah ada yang memang saya kenal namun banyak juga yang tidak saya kenal karena bertemu secara mendadak di beberapa lokasi yang juga tak terduga. Biasanya saya berkomunikasi dan bertemu dengan arwah-arwah orang yang sudah meninggal melalui 3 cara yakni: ketika bermeditasi, bertemu secara langsung dan bertemu melalui mimpi.

Ketika saya sedang melakukan meditasi, terkadang saya bertemu beberapa arwah yang sudah meninggal dan bahkan terkadang bertemu entitas/makluk gaib bentuk lain. Proses komunikasi terjadi tanpa kata, kami cukup bertemu dan menyampaikan kata secara telepatik atau bahasa tubuh namun kami bisa saling memahami. Proses berkomunikasi dengan arwah melalui meditasi terjadi seperti mimpi namun kondisi tersadar penuh. Contoh kasus berkomunikasi




Proses berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal secara langsung biasanya terjadi secara mendadak tidak terencana. Beberapa arwah atau entitas/makluk gaib yang memiliki energi murni yang tinggi berkomunikasi dengan cara merasuki tubuh dengan tanda-tanda tertentu. Arwah yang melalukan kontak komunikasi langsung semacam ini tidak selalu menampakan diri, dalam kasus-kasus tertentu mereka hanya mengeluarkan suara atau berbicara tanpa ada wujud dan terkadang menggerakan barang-barang tertentu. Dalam kasus berkomunikasi secara langsung ini paling sering saya temui dengan arwah teman atau saudara yang sudah meninggal dunia.

Sedangkan proses berkomunikasi dengan arwah yang sudah meninggal melalui mimpi merupakan suatu fenomena yang paling banyak dialami oleh sebagian besar manusia. Saya yakin sebagian besar pembaca blog ini pernah bermimpi bertemu dengan arwah saudara, kakek nenek ataupun orang tua yang telah meninggal dunia. Dalam kasus ini, saya beberapa kali bertemu dengan arwah tetangga maupun orang-orang yang bahkan sama sekali saya tidak pernah kenal sebelumnya. Ada suatu peristiwa menarik dan berkesan mendalam yang pernah saya alami terkait dengan pengalaman berkomunikasi dengan arwah melalui mimpi ini. Untuk lebih detailnya, semua pengalaman akan saya tulis secara bertahap di blog ini.
------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------

Rabu, 04 Juli 2012

Beberapa jenis santet





Gambar: Spiro Tarot




Santet hampir bisa dikatakan bagaikan sebuah mitos, keberadaannya antara ada dan tiada. Sulit dibuktikan serta sulit dipercaya oleh kalayak umum karena sepak terjang santet nampak samar-samar. Misteri santet membuat banyak kalangan penasaran namun juga ngeri. Tak sedikit jatuh korban akibat salah tuduh dan fitnah akibat rasa ketakutan akan hal-hal yang berbau santet seperti yang pernah terjadi di Jawa Timur. Prilaku tak wajar dan ganjil dari seseorang bisa disalahartikan oleh pihak tertentu sebagai dukun santet.

Demi meredam kegelisahan masyarakat, pemerintah Indonesia pun kemudian menciptakan suatu delik hukum untuk melindungi korban santet serta memberikan hukuman bagi pelaku santet yang kesemuanya itu dicantumkan dalam pasal 255 RUUKUHP. Tindakan menyeret dukun santet ke dalam ranah tindak pidana kriminal memang terasa absurd karena parameter pembuktian secara kongrit dan nyata sangat sulit dilakukan. Tindak pidana santet hanya bisa dibuktikan secara abstrak dan berdalil pada dugaan-dugaan semata.

Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas perihal dasar hukum tindak pidana santet. Saya hendak membahas prihal beberapa jenis santet sebagai pengetahuan tambahan bagi kita semuanya.

Gaung kengerian ilmu santet sudah ada semenjak ratusan tahun silam. Salah satu cerita rakyat yang sangat terkenal di abad ke 12 yakni tentang kemarahan Calon Arang di Desa Kedah Kediri adalah salah satu bukti dan contoh keberadaan ilmu santet di nusantara. Keberadaannya tidak hanya di Indonesia saja namun juga ada di beberapa negara lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam bahkan sampai ke penjuru benua Afrika dan Amerika. Meskipun istilah dan tata cara ilmu santet berbeda-beda di setiap suku dan kepercayaan akan tetapi pada intinya semuanya memiliki tujuan yang sama yakni melukai bahkan menghancurkan fisik serta mental secara gaib.

Pada dasarnya ilmu santet terbagi menjadi dua yakni:
1. Ilmu Santet yang menggunakan medium
Ilmu santet ini biasanya memerlukan suatu medium berupa rambut korban, darah korban, baju korban, foto korban atau pernak-pernik yang bersifat pribadi dari diri si korban. Medium tersebut akan digabungkan dengan beberapa material yang bersifat magis berupa air dari mata air keramat, tali pocong, tanah kuburan, akar pepohonan tertentu dan sebagainya.

2. Ilmu Santet tanpa medium
Kutukan atau kesialan akibat disumpahi bisa digolongkan kedalam ilmu santet tanpa medium karena santet ini disampaikan melalui ritual doa tanpa memerlukan medium apapun kecuali cukup dengan menggunakan nama dari si korban sebagai pusat kosentrasi menghantarkan daya magis ilmu santet.



Gambar:
Foto Rontgen Korban Santet  berisi jarum di dalam tubuhnya yang secara medis sulit dijelaskan sebab musababnya.


Korban yang terkena santet tidak hanya melulu terkena penyakit atau kematian misterius namun bisa juga si korban akan mengalami kesialan beruntun dalam hidupnya yang kadang kala bisa bersifat menurun hingga 7 keturunannya. Semakin besar rasa dendam dan kebencian yang dimiliki oleh si pemilik ilmu santet biasanya akan semakin dahsyat penyakit atau kesialan yang dialami oleh si korban.

Ada sebuah kisah nyata yang disaksikan oleh saya sendiri perihal dampak ilmu santet yang menyebabkan suatu kesialan bagi si korbannya. Peristiwa nyata ini baru saja terjadi dan puncaknya di bulan April 2012 yang lalu.

Korban santet sebut saja A, dia adalah seorang tenaga kerja asing dari negera tetangga yang menduduki posisi yang sangat tinggi di sebuah hotel berbintang. Si A ini memiliki sifat pemarah, ringan tangan, kasar dan tinggi hati. Apabila dia sedang marah, tidak segan-segan dia melemparkan barang bahkan melemparkan telepon ke muka para bawahannya. Sikap pemarah A yang sudah di luar ambang kewajaran tersebut pernah diadukan oleh pihak serikat pekerja hotel ke Depnaker dan bahkan Depnaker telah memberikan surat peringatan namun sikap A tetap saja tidak berubah. Anehnya bos pemilik hotel tersebut seakan menutup mata dan tidak melakukan tindakan apapun sehingga sikap kasar si A malah semakin menjadi-jadi.

Sampai pada akhirnya, ada seorang paranormal yang melamar kerja dan kemudian ditrima menjadi salah satu assistennya. Sikap kasar si A ini rupanya juga diterapkan kepada paranormal tersebut. Tak hanya sekali dua kali si A ini slalu berkata di depan forum rapat dan juga di depan si paranormal tersebut bahwa dia itu kebal santet.

Karena si paranormal itu mulai muak dan tidak tahan dengan sikap si A yang cenderung bersikap dzalim maka kemudian si paranormal ini memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. Namun demikian, ceritanya tidak hanya selesai sampai di situ saja.

Sepeninggalnya paranormal dari hotel tersebut, si A mulai ditimpa kesialan beruntun. Kesialan beruntun yang juga dialami oleh keluarganya. Dimulai dari setelah 2 minggu paranormal itu keluar dari pekerjaannya, anak lelaki bungsunya yang masih berusia sekitar 14 tahun tertangkap basah sedang dicabuli oleh seorang pria dewasa di hotel yang sama dimana dia bekerja. Benar-benar sial dan memalukan !!

Kemudian apapun pekerjaan dan usaha yang dilakukan oleh si A selalu dirundung kegagalan dan kerugian. Hingga pada puncaknya di bulan April 2012 dia diusir dan dipecat paksa dengan sangat tidak hormat oleh serikat pekerja karena dia melakukan kesalahan fatal.

Moral cerita di atas adalah: bisa jadi si A ini merasa kebal santet namun hukum karma pada akhirnya membuat dia mudah diserang santet yang berbentuk aib, kesialan dan rasa malu. Dia termakan oleh kesombongan dirinya sendiri.

Saya sebagai orang yang meyaksikan fenomena ini pun bagaikan percaya tidak percaya namun kok nyata adanya. Kelihatannya tidak masuk di akal namun demikianlah kehidupan manusia. Banyak hal misterius yang masih belum bisa dicerna oleh akal pikiran manusia.
------------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

----------------------------------