Selasa, 21 Juli 2009

Zodiac Mesir

Selain terkenal dengan mummi dan piramidnya, ternyata mesir juga memiliki zodiac tersendiri berdasarkan kepercayaan dewa-dewi mesir. Berikut ini beberapa zodiac atau ramalan bintang beserta sifat-sifatnya. Diambil dari beberapa sumber.

1. Thoth [29 Agustus - 27 September] Toth adalah Dewa Pembelajaran.
Kekuatan :
Kaya pengalaman, Mampu memecahkan berbagai masalah, berpikir akurat, berjiwa kepemimpinan, dan punya ide yang orisinil.
Kelemahan : Suka terburu-buru, tidak sabaran.
Pekerjaan yang cocok :
Jurnalis, Aktor, Pengacara, dan Guru.

2. Horus [28 September - 27 Oktober] Horus adalah Dewa Matahari Bersinar
Kekuatan :
Berani menghadang bahaya, optimis, penuh motivasi, pandai bersosialisasi.
Kelemahan :
Kurang realistik, keras kepala
Pekerjaan yang cocok :
politisi dan bergerak di bidang media.

3. Wadjet [28 Oktober - 26 November] Wedjet adalah Dewi Kobra Kerajaan, Simbol pengetahuan
Kekuatan :
Rasional, hati hati, teliti, ambisius, sangat setia pada nilai nilai keluarga
Kelemahan :
Pesimis, angkuh, menganggap diri paling benar, kadang tak mampu bersosialisasi, kikir
Pekerjaan yang cocok :
Kontraktor, arsitek, insinyur, editor

4. Sekhmet [27 November - 26 Desember] Sekhmet adalah Dewa perang dan pasukan berkuda
Kekuatan :
Suasana hati mudah berubah ubah, jenaka, mampu bertahan dalam saat saat sulit, bermental kuat, optimis, dan penuh imajinasi
Kelemahan :
Tidak sabaran, sering bertengkar
Pekerjaan yang cocok :
Guru, dosen, penulis, pembaca berita, investor, olahragawan

5. Sphinx [27 Desember - 25 Januari] Sphinx adalah penjaga harta karun
Kekuatan :
Disiplin, penuh perasaan, cerdas, mudah menyesuaikan sikap dengan kondisi yang ada, walau tampak humoris dan jenaka tapi sesungguhnya mereka ini serius, hati hati sekali
Kelemahan :
Kadang angkuh, agak terlalu tegang, sensitif dengan keadaan
Pekerjaan yang cocok : wiraswasta

6. Shu [26 Januari - 24 Februari] Shu adalah Dewa sinar Mentari dan angin
Kekuatan :
Sangat kreatif, humoris, hati hati, dan punya prinsip
Kelemahan : mudah ragu ragu, dan kehilangan kesempatan
Pekerjaan yang cocok :
Pekerja sosial, konselor, petani, pencinta binatang

7. Isis [25 Februari - 26 Maret] Isis adalah Dewa Displin
Kekuatan :
Suka berterus terang, idealis, aktif, percaya diri, populer karena pemikiran dan selera humornya, cara pikirnya logis namun sekaligus intuitif
Kelemahan :
Terobsesi deengan ide ide nya, menyerah saat masalah memuncak
Pekerjaan yang cocok : fotografer komersil dan iklan

8. Osiris [27 Maret - 25 April] Osiris adalah Dewa Dunia Bawah
Kekuatan :
Dinamis, pandai, mampu mengambil kesempatan dan berwiraswasta.
Kelemahan : menghindari tanggung jawab, sulit dipahami
Pekerjaan yang cocok : pengajar dan sales

9. Amun [26 April - 25 Mei] Amun adalah Dewa yang membangun dunia
Kekuatan :
Punya keinginan yang kuat, tegas, berani, percaya diri, dan terkenal
Kelemahan : keras kepala, dan kurang toleransi
Pekerjaan yang cocok : keuangan

10. Hathur [26 Mei - 24 Juni] Hathur adalah Dewi Bumi dan Langit
Kekuatan :
Berkharisma, romantis, ekspresif, terikat kuat dengan cinta
Kelemahan :
Cemburuan, emosional, iri hati, mudah terpengaruh untuk membenci orang, mudah jatuh cinta

11. Phoenix [25 Juni - 24 Juli] Phoenix adalah burung kehidupan dan kebangkitan
Kekuatan :
Optimis, fleksibel, mampu memotivasi orang lain untuk tetap optimis
Kelemahan :
Senang menyendiri, keras kepala, pemimpi, dan kurang realistis
Pekerjaan yang cocok :
Pekerjaan yg penuh resiko, wiraswasta, ahli teknik

12. Anubis [25 Juli - 28 Agustus]
Anubis adalah Penjaga Dunia bawah dan Sang penentu zodiak lain
Kekuatan :
Percaya diri, terhormat, bertanggung jawab, simpatik, baik hati,penuh cinta dan gigih.
Kelemahan : tidak tercatat kelemahannya
Pekerjaan yang cocok : bidang iklan dan mode/fashion

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Sabtu, 04 Juli 2009

Depresi dan cara mengatasinya



Apa yang menyebabkan kita sampai menderita depresi? Sejauh depresi itu diartikan sebagai sebuah kondisi batin yang tertekan dalam waktu panjang (stress berkelanjutan) dan mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna hidup, motivasi berprestasi, dan kepercayaan-diri (losing mood and confidence), tentu saja sebab-sebabnya banyak. Namanya juga orang hidup. Realitas kehidupan ini terkadang lebih kejam dari kekejaman yang sanggup kita bayangkan.

Meski kita ingin segera dapat mengatasi depresi, tetapi tak jarang kita malah mempraktekkan hal-hal yang memperparah depresi itu. Ini antara lain bisa dijabarkan sebagai berikut:

1. Hanya mencari-cari tip, saran atau tehnik yang jitu untuk mengatasi depresi. Tip dari buku, saran dan tehnik dari orang lain itu sangat kita butuhkan tetapi posisinya di sini bukan sebagai penentu, melainkan sebagai pembantu (bantuan. Kita membutuhkan semua itu tetapi tidak boleh mengandalkan pada semuanya. Artinya, tip dan saran itu akan berguna ketika kita dalam keadaan sedang berusaha untuk mengatasi depresi dan tidak berguna kalau kita duduk dan diam saja.

2. Tidak percaya, menolak atau skeptis terhadap saran, pendapat atau bantuan orang lain. Ini adalah bentuk padanan yang ekstrim dari yang pertama. Menutup diri, menutup-nutupi, melecehkan semua orang atau menjauhi orang kerapkali justru akan membuat kita semakin 'depressed' dengan keadaan kita.

3. Hanya menyalahkan keadaan atau orang. Mungkin saja yang membuat kita depresi itu adalah dunia ini yang telalu kejam atau orang lain. Tetapi akan malah berbahaya kalau yang kita ingat dan yang kita lakukan adalah hanya mengutuk dunia dan mengutuk orang lain. Harus ada inisiatif dari dalam diri kita untuk mengobati diri sendiri.

4. Kurang kreatif dalam menemukan cara atau terlalu "taat" pada rutinitas yang biasa-biasa. Ini juga bisa membuat depresi itu makin mendalam. Ada saran agar kita membagi aktivitas menjadi tiga: a) aktivitas positif yang wajib, b) aktivitas yang untuk fun atau pleasurable, dan c) aktivitas yang untuk menabur kebajikan pada orang lain seperti membantu atau menyambung hubungan.

5. Membiarkan munculnya definisi diri negatif, misalnya saja: saya sudah tidak punya apa-apa lagi, saya muak melihat diri saya, hidup saya sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi, dan seterusnya. Ini adalah definisi atau kesimpulan atau label tentang diri sendiri yang kita buat sendiri. Jika ini terus berlanjut akan mempersulit upaya recovery.

6. Menolak realitas dengan cara yang merugikan. Realitas itu kalau ditolak dengan tujuan menolak yang asal menolak (denial), ini akan memperparah pertengkaran yang membuat depresi itu makin mencengkeram. Tetapi bila kita terima dengan pasrah dan kalah (larut dan hanyut), ini juga tidak menyembuhkan. Yang diharapkan adalah menerima untuk memperbaiki. Seperti yang ditulis Dr. Felice Leonardo Buscaglia, " Trauma yang abadi di adalah penderitaan yang tidak diikuti dengan perbaikan."

7. Menganut paham perfeksionis yang tidak rasional. Dari pengalaman sejumlah ahli dalam menangai penderita depresi, konon yang menghambat upaya recovery adalah ketika seseorang berpikir bahwa dia harus bebas dari depresi seketika itu dan langsung, tidak usah repot-repot. Mengatasi depresi butuh proses yang berkelanjutan, dan jika kita menolak proses itu bukan malah cepat tetapi malah semakin lama.

Tujuh hal di atas dapat kita gunakan untuk menjelaskan realitas di mana ada orang yang semakin buruk langkahnya, makin buruk hubungannya dan makin buruk caranya dalam menghadapi hidup saat depresi. Anda mungkin punya teman, keluarga atau tetangga yang malah semakin tertutup, semakin tidak persuasif, semakin tidak bijak, semakin sempit, semakin tertutup dan sejumlah "semakin" yang negatif lainnya.

Tetapi ada juga sekelompok orang yang mulai menunjukkan bukti-bukti perbaikan diri, perbaikan hubungan dan perbaikan cara dalam menghadapi realitas. Semakin jelas langkah yang ditempuh, semakin open dan bijak, semakin bisa memilih orang, semakin ramah, semakin soleh hidupnya, dan seterusnya. Sebisa mungkin kita perlu berjuang untuk menjadi manusia kelompok kedua.

Mengatasi Depresi
Secara umum, agenda mengatasi Depresi itu bisa kita buat berdasarkan poin-poin berikut ini:

1. Membangun citra diri positif
Citra diri berasal dari bagaimana kita menyimpulkan diri sendiri atau beropini tentang diri sendiri. Yang positif membuahkan citra positif. Untuk membangun yang positif ini diperlukan tiga hal:

- Anda perlu menciptkan definisi, opini atau kesimpulan yang positif

- Anda perlu melawan munculnya opini, definisi atau kesimpulan negatif dengan cara menghentikan, mengganti atau membatalkan

- Anda perlu menciptakan alasan-alasan faktual, bukti nyata untuk mendukung kesimpulan positif yang Anda ciptakan

Sedikit tentang alasan faktual itu, saya ingin memberi contoh misalnya saja Anda berkesimpulan bahwa hidup Anda memang masih bermakna (untuk diri sendiri dan untuk orang lain). Kesimpulan ini lebih positif ketimbang Anda punya kesimpulan yang sebaliknya. Tetapi jika yang Anda lakukan hanya sebatas merasa atau menyimpulkan (tanpa diiringi dengan perbuatan dan hasil atau pembuktian bertahap), lama kelamaan kesimpulan Anda ini akan kalah oleh fakta yang ada tentang diri Anda. Jangan pernah berpikir bahwa perbaikan diri itu bisa ditempuh dengan cara tidak melakukan sesuatu. Forget it.

2. Menjalankan agenda perbaikan berkelanjutan yang realistis
Kesalahan kita saat terkena depresi adalah: kita hanya merasakan bagaimana depresi itu tetapi kurang berpikir tentang apa saja yang masih bisa kita lakukan untuk memperbaiki diri di masa depan. Kita tenggelam ke dalam masa lalu yang buruk dan lupa meng-imajinasi-kan masa depan yang lebih bagus. Padahal, masa lalu itu sudah tidak bisa diubah. Padahal, masa depan itu masih "open" buat kita. Agar ini tidak terjadi, Anda boleh memilih agenda perbaikan di bawah ini:

- Anda merencanakan program atau jadwal tentang apa yang perlu anda lakukan dan apa yang perlu Anda hindari agar hidup Anda menjadi lebih bagus di hari esok berdasarkan keadaan Anda.

- Anda mencanangkan target yang benar-benar ingin Anda raih sebagai bukti adanya perbaikan dalam diri Anda, misalnya mendapatkan pekerjaan, mendapatkan orang yang lebih bagus, mendapatkan tempat yang lebih bagus, dan seterusnya.

- Anda merumuskan tujuan jangka pendek atau panjang yang ingin Anda wujudkan, seperti misalnya menyelesaikan kuliah, meningkatkan penguasaan bidang, menambah pengetahuan atau skill, dan lain-lain

Tiga hal di atas perlu dilakukan dengan catatan harus realistis: bisa dilakukan dari mulai hari ini, dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan dari lokasi hidup di mana Anda saat ini berada. Hindari membuat program atau target yang "mengkhayal" atau hanya berfantasi atau terlalu tinggi sehingga tidak bisa dilakukan dan tidak bisa diraih.

3.Menggunakan ketidakpuasan
Saat depresi, pasti kita tidak puas dengan hidup kita. Ini bisa positif dan bisa negatif, tergantung bagaimana kita menggunakan. Bagaimana supaya bisa positif? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan ketidakpuasan itu sebagai dorongan / motivasi unntuk melakukan sesuatu (menjalankan program, meraih target atau tujuan). Anda bisa menggunakan ketidakpuasan atas masa lalu dan hari ini sebagai pemacu untuk memperbaiki atau mengubah hari esok. Jika PHK telah membuat Anda depresi, jadikan itu sebagai motivasi untuk memperluas jaringan, memperbaiki skill, membangun karakter yang lebih positif, dan seterusnya. Ini jauh lebih positif ketimbang kita hanya merasakan depresi, mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain.

4. Memperbaiki / memperluas hubungan
Wilayah hubungan yang perlu diperbaiki adalah: a) hubungan dengan diri sendiri: control diri, meditasi, dialog diri, dll, b) hubungan dengan orang lain dan c) hubungan dengan Tuhan (meningkatkan iman). Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri akan membuat kita cepat mengontrol atau menarik diri dari keadaan yang tidak menguntungkan kita. Kalau kita sadar bahwa kita sedang depresi dan sadar bahwa kita harus segera mengambil tindakan, tentunya ini akan beda persoalannya.

Memperbaiki hubungan dengan manusia akan membantu usaha yang kita lakukan dalam mengatasi depresi. Kita tetap harus ingat bahwa manusia itu bisa digolongkan menjadi dua: a) ada manusia yang menjadi sumber depresi buat kita, dan b) ada manusia yang menjadi bantuan solusi atas depresi. Yang kita butuhkan (sebanyak-banyaknya) adalah manusia kelompok kedua. Jangan sampai kita menjauhi semua manusia, trauma kepada semua manusia, atau tidak percaya pada semua manusia.

Bagaimana memperbaiki hubungan dengan Tuhan? Ada banyak cara untuk memperbaikinya, antara lain:
a) meningkatkan iman,
b) menjalankan ajaran agama yang kita pilih (formal dan non-formal) sampai benar-benar kita merasa dan meyakini ada semacam "kebersamaan". Kebersamaan di sini bukan kebersamaan yang "halusinasi" (tidak berdasar dan tidak berefek), tetapi kebersamaan yang mendorong kita untuk melakukan hal positif dan menghindari hal negatif. Kebersamaan seperti ini akan memperkuat dan mencerahkan.

5. Mengganti paham "perfection" menjadi "excellence"
Dengan bahasa yang sederhana dapat dijelaskan bahwa perfection adalah menuntut kesempurnaan (dari orang lain, dari diri sendiri dan dari dunia ini). Sementara, excellence adalah mengusahakan kesempurnaan secara bertahap, perbaikan berkelanjutan. Perfection lebih dekat pada keyakinan yang tidak rasional. Keyakinan seperti ini lebih mudah terkena depresi pada saat kita ingin mengatasi depresi, misalnya saja kita tidak mau gagal lagi (kemungkinan untuk gagal itu selalu ada), kita anti toleransi terhadap kelemahan orang lain (semua orang punya kelemahan), dan seterusnya.

Menurut Susan Dunn, MA, (When Perfect Isn't Good Enough, www.selfgrowth.com, perfeksionis dapat mengakibatkan hal-hal buruk yang antara lain adalah: a) dapat mengantarkan kita pada isolasi diri, b)dapat mengantarkan kita menjadi orang yang takut menghadapi resiko hidup, c) dapat mengantarkan kita pada kesulitan dalam membuat keputusan atau sasaran hidup yang tepat, d) dapat mengantarkan kita pada kesalahan dalam menilai diri (overestimate), e) dapat mengantarkan kita menjadi orang kerdil yang sulit mempercayai orang lain.

Sumber :
http://blogerwinarianto.blogspot.com/

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------