Minggu, 15 Februari 2009

Siaran ramalan tarot di acara Solusi di radio POP FM 103



Gambar : Saya dan mas Elki Arcadia sedang siaran ramalan tarot dalam acara Solusi di POP FM 103


Setiap hari Rabu dan Jumat jam 22.00-24.00 malam mulai tanggal 20 Januari 2009 yang lalu saya menjadi narasumber dalam acara Solusi di Radio POP FM 103 yang di-rely secara nasional di Indonesia dimana saya berperan sebagai pembantu pencari solusi berbagai masalah melalui medium ramalan kartu Tarot dan Mahakalachakra. Anda pun bisa mendengarkan siaran ini melalui Internet Streaming.

Di dalam menjalankan Ramalan Tarot On Air tersebut saya di dampingi Radio Host mas Elki Arcadia dan mas Benny Rizki juga beberapa Radio Co-Host seperti mas Firman Fauzan dan Dhodo Harahap dan Rama Sugianto. Saya sangat terbantu dengan keberadaan mereka dimana mereka turut menyeleksi sms yang masuk dan memberi pengarahan.

Meski waktu yang disediakan 120 menit, sebisanya kami mencoba membacakan sebanyak mungkin sms yang masuk dan membantu dengan memberikan beberapa "guidance". Hal yang cukup menyulitkan bagi saya adalah waktu menjawab yang hanya 2 menit sehingga saya harus mampu membaca Tarot dengan kecepatan yang tinggi. Tidak hanya membacakan sms saja namun kami pun juga menelepon beberapa pendengar yang beruntung.

Kenapa bisa dibilang pendengar yang beruntung? Karena selain kami telepon, kami pun juga memberikan voucher pulsa yang bisa dipergunakan untuk semua jenis operator. Jadi, jika anda tertarik untuk bergabung dengan kami di acara Solusi ini dipersilakan untuk mengetik di HP anda dengan format sperti ini: reg solusi tanggal bulan dan tahun lahir anda dan kemudian pertanyaan anda lalu kirim ke 9122

Contoh :
reg solusi 01 mei 1970 saya shiva saya ingin bertanya. Lalu kirimkan sms anda dengan format ini ke 9122

Ini merupakan pengalaman saya yan sangat menantang sebagai peramal tarot on air yang disiarkan secara nasional dimana masalahnya sangat kompleks dan langsung dipantau oleh para pendengar yang jumlahnya ribuan di Indonesia.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Siaran ramalan tarot di PRO 2 FM 105



Pada tanggal 10 Januari, 2009 jam 9.00-10.00 hari minggu pagi, saya dihubungi via telepon oleh Sinta Sutanti salah satu penyiar senior PRO 2 FM 105 untuk mengisi acara on air berkaitan dengan ramalan bisnis 2009 yang dilihat dari segi ramalan spiritual. dalam hal, ini saya mencoba menerawang dengan menggunakan metode ramalan kartu tarot. Wawancara dilakukan melalui telepon yang di rely secara langsung dan juga menerima sms dari para pendengar radio.

Terus terang tidak ada persiapan khusus dalam melakukan siaran ini berhubung mbak Sinta Sutanti sendiri menghubungi saya secara mendadak. Acara ramalan ini dilanjutkan kembali pada hari Senin malam jam 21.00-01.00, tanggal 12 Januari 2009. Acaranya sendiri adalah Slow Track Musik dan saya hanyalah berperan sebagai narasumber tamu.

Sebenarnya ini bukan yang kali pertama saya menjadi narasumber di radio, sebelum ini saya pun juga diminta menjadi narasumber oleh radio Kiss FM oleh mas Evron.

Ada sebuah stasiun TV nasional yang juga berkeinginan untuk meliput aktivitas saya sebagai peramal tarot Indonesia namun berhubung saya belum siap untuk diliput media TV, saya dengan amat sangat terpaksa menolak tawaran tersebut. Saya merasa waktunya belum pas untuk semua itu.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Artikel tentang Ramalan Tarot dengan narasumber PriyaShiva Akasa di Koran Tempo

Dear All,
Berikut ini adalah isi artikel tentang Tarot dengan narasumber PriyaShiva Akasa di Koran Tempo Edisi hari Minggu, 25 Januari 2009.

Bius Tarot

Dari hari ke hari, wabah tarot kian merebak. Buku dan segala pernak-pernik tarot laris manis. Belakangan, sejumlah kursus yang mengajarkan tarot juga kian menjamur.
Satu rak buku di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, itu nyaris tak pernah penuh lantaran isinya terjual dengan cepat begitu stok baru ditempatkan. Padahal buku pada rak itu ditulis oleh pengarang tak kondang, bahkan penerbitnya pun kurang dikenal publik.
Inilah rak buku tarot, yang menjadi salah satu section penjualan tertinggi di toko buku impor tersebut. Bahkan penjualan buku dan pernak-pernik tarot, yang dihargai mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, itu terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak toko itu dibuka 10 tahun silam, tarot dan pernak-perniknya memang menjadi primadona. Saban kali Kinokuniya akan mengisi ulang barangnya, terutama genre Paranormal & Occult, tarot sudah menjadi daftar belanja wajib. "Tarot itu andalan section ini, jadi pemesanan buku dan kartu tarot terus ditingkatkan," kata Customer Service Manager Kinokuniya Indonesia Amanda Aayusya.
Dari catatan Amanda, pembeli pernak-pernik tarot, yang rata-rata berusia 25-45 tahun, tak hanya datang dari Ibu Kota, tapi banyak juga yang memesan dari Medan, Surabaya, dan Bali. Menurut dia, pelanggan biasanya membeli buku panduan bermain tarot dan kartunya.
Jika melihat kartu yang memuncaki daftar terlarisnya, Rider-Waite Tarot Deck, Amanda berkesimpulan bahwa mayoritas dari mereka masih pemula. Di kalangan para pembaca tarot, kartu itu dikenal dengan gambar-gambar yang sederhana dan mudah diinterpretasikan.
Tren lain boleh hilang dan berganti, tapi ramalan kartu tarot terus bertahan. Adanya toko yang menjual perlengkapan tarot plus kian meluasnya jaringan Internet ikut mendorong pertumbuhan peminatnya, baik yang menjadi pembaca tarot maupun yang menjadi kliennya.
Salah satunya Ika. Perempuan berusia 30 tahun asal Yogyakarta itu sekitar setahun lalu mulai belajar kepada seorang pembaca tarot profesional di Singapura. "Saya merasa punya bakat dan, setelah bermeditasi, saya memutuskan belajar," katanya.
Setelah kembali ke Indonesia, Ika meneruskan belajar kepada seorang ahli tarot di Yogyakarta yang ia rahasiakan namanya. Ika, yang juga berbisnis kuliner, diajari oleh dua gurunya itu menajamkan nalar dalam membaca arti gambar pada kartu.
Setelah lebih dari setahun belajar, Ika merasa kepekaan indra keenamnya kini bisa tersalurkan untuk membantu orang. Kian hari semakin banyak yang menemuinya agar dilihat hubungan percintaan hingga rencana pengembangan bisnisnya.
Kini Ika juga kerap berkumpul dengan sesama praktisi tarot di Yogyakarta, yang tergabung dalam sebuah komunitas. Dari kumpul-kumpul itu, ia melihat jumlah pembaca tarot di Kota Gudeg kian hari kian besar. Ada yang belajar karena penasaran dan sekadar bersenang-senang demi pergaulan. "Banyak pula yang menjadikan tarot sebagai bagian dari hidup seperti saya," Ika menerangkan.
Menurut Ika, salah satu pemicunya adalah mudahnya membeli kartu. "Sekarang, kalau mau beli, tinggal ke toko buku," ujarnya. "Kalau dulu susahnya bukan main."
Tingginya minat itu ditangkap oleh para pembaca tarot profesional untuk membuka kursus dan pelatihan membaca tarot. Misalnya Ani Sekarningsih, yang memegang gelar Certified Tarot Grand Master dari American Tarot Association. Dia membuka pelatihan tarot wayang yang dibuatnya.
Ia melatih murid-muridnya di Padepokan Tarot Indonesia di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurut seorang anggota staf di padepokan tersebut, untuk belajar tarot secara privat kepada Ani, seorang murid harus merogoh kocek sekitar Rp 3 juta.
Adapun pembaca tarot Priyashiva Akasa mengadakan kursus tarot jarak jauh lewat Internet. Sejak Mei 2008, ia membuka tiga level kursus, dari tingkat dasar sampai level mahir.
Shiva--begitu sapaannya--menyusun kurikulum tingkat dasar sebanyak 12 sesi. Saban pekannya ia akan mengirimkan bahan lewat surat elektronik, dari pengenalan tarot, mitos mistis yang salah tentang tarot, sistem kartu tarot dan cara membacanya, hingga studi kasus menjelang akhir kursus. "Saya menjamin, setelah kursus ini, murid saya pasti bisa memakai tarot," katanya.
Menurut Shiva, semua orang bisa menjadi muridnya asalkan minimal berusia 17 tahun dan memiliki kartu tarot. Pria yang mengganti nama atas saran guru spiritualnya ini juga menyeleksi muridnya berdasarkan tanggal lahir.
Sejak menjadi pembaca tarot profesional enam tahun lalu, Shiva melihat minat masyarakat belajar tarot cukup tinggi. Tapi tak banyak ahli tarot yang mau berbagi ilmu. Sedangkan untuk belajar sendiri juga cukup sulit karena dulu mencari informasi dan buku soal tarot tidaklah mudah.
Peramal tarot yang rutin menjadi narasumber acara di radio Pop FM Depok, Jawa Barat, itu sengaja membuka kursus dengan harga yang relatif terjangkau agar tarot lebih memasyarakat. Shiva menolak menyebut berapa tarif kursusnya, tapi dari situs Indotarot, ia memasang harga kursus sebesar Rp 900 ribu untuk tingkat dasar.
Sejauh ini kursus online tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan murid dari Indonesia dan beberapa dari mancanegara. Di luar kursus, Shiva juga membolehkan muridnya berkonsultasi soal tarot di milis yang terus ia pantau lewat BlackBerry, yang selalu dibawanya.
Salah satu murid di Indotarot adalah Senia. Perempuan berusia 24 tahun ini memutuskan belajar tarot lebih serius demi meningkatkan kemampuannya membaca kartu. "Saya belajar supaya bisa membaca tarot untuk diri sendiri, yang selama ini tak pernah bisa," ujarnya beralasan.
Senia, yang tinggal di Batam, tertarik belajar ilmu tarot sejak lama. Tapi ia kesulitan mencari tempat berguru dan membeli kartu. Senia, yang kini memiliki 18 set kartu tarot, bercerita, dulu ia harus membeli kartu dengan harga mahal di Singapura. Sekarang ia sudah bisa memesan dari Jakarta.
Menurut Senia, sejak mengikuti kursus, ia jadi lebih mantap, baik dalam membaca tarot untuk orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Ia juga bisa lebih tenang saat melihat hal-hal yang mungkin terjadi padanya di masa depan.
Kini, setelah kemampuannya meningkat, Senia semakin kebanjiran permintaan para kenalannya yang minta diramal. Meski begitu, ia merasa belum puas dan berencana melanjutkan kursus di tingkat yang lebih mahir.
Keinginan Senia mendalami tarot memang cukup menarik. Sejauh ini memang belum banyak pembaca tarot profesional. Hal itu dibenarkan Shiva. Menurut dia, hingga kini ia belum menemukan murid yang belajar untuk menjadi pembaca tarot profesional seperti dirinya.
Meski begitu, Shiva tetap optimistis karena hasil bisnis membaca peruntungan ini lumayan bagus. Ia sendiri, misalnya, mematok tarif sekitar Rp 200 untuk satu orang kliennya. Menurut Shiva, tarif untuk pembaca tarot kondang dan langganan muncul di media massa bisa mencapai jutaan rupiah per satu sesi konsultasi.
Hanya, tutur Shiva, para pencinta tarot di Indonesia masih agak sulit berkembang. Soalnya, masyarakat kita masih mengaitkannya dengan dunia mistis. Shiva menyatakan kesalahpahaman itu disebabkan oleh para ahli tarot yang gemar memistiskan diri dan kartunya.
Shiva mencontohkan ada ahli tarot yang selalu membungkus kartunya dengan kain hitam, diberi bunga dan diletakkan di ruangan khusus, serta wajib dibawa saat bepergian. "Padahal tidak ada sama sekali aturan dalam tarot yang mengharuskan ritual-ritual seperti itu," ujarnya. "Itu ritual yang dibuat sendiri oleh orang per orang."
Anggapan mistis itu kerap mengundang reaksi sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, yang menyerang para pembaca tarot karena dianggap pengikut semacam aliran sesat. Shiva pernah punya pengalaman pahit, yakni di-geruduk beberapa orang, yang memaksa dia membakar kartu-kartu tarotnya.
Toh, Shiva tak menyerah. Ia malah bertekad terus mengajari orang memahami tarot dan membangun asosiasi para pembaca tarot seperti di mancanegara. "Tarot itu bukan aliran sesat," katanya. "Lagi pula saya memakai tarot untuk menolong orang lain memecahkan masalahnya." OKTAMANDJAYA WIGUNA

Sumber : http://www.korantempo.com
 
-----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------