Senin, 24 Mei 2010

Ramalan Tarot tentang Cinta The Temperance




Gambar : Touch Stone Tarot


Kartu tarot The Temperance (Kesederhanaan) dalam kartu tarot termasuk ke dalam kategori Arkana Mayor berangka 14. Ilustrasi dalam kartu tarot ini menampilkan sosok malaikat yang sedang mencampur & menimbang air suci kehidupan. Nampak terlihat kaki kanan menapak ke dalam air sedangkan kaki kiri menapak di daratan, hal ini melambangkan dua dunia.

Di dalam cinta kasih, ramalan tarot The Temperance menyatakan akan pentingnya keharmonisan atau keselarasan ke dua insan dalam menjalin hubungan. Untuk meraih kebahagiaan & tercapai kepentingan bersama maka ke dua insan hendaknya bisa mencipatkan keseimbangan antara hak & kewajiban juga keseimbangan antara memberi & menerima.

Kartu tarot The Temperance juga menyarankan kepada kita akan pentingnya kesabaran & keikhlasan untuk menerima apa adanya kondisi pasangan hidup kita masing-masing. Bisa jadi hubungan yang sekarang ini kurang harmonis di antara anda berdua ditimbulkan oleh ego & tuntutan yang berlebihan.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Minggu, 16 Mei 2010

Ramalan Tarot tentang Cinta The Death





Gambar :
Druid Craft Tarot



Sebagian besar orang apabila menemui kartu tarot The Death (Kematian) ini maka dengan serta merta mereka akan berpikiran negatif & ketakutan. The Death dalam struktur ramalan tarot termasuk ke dalam jenis kartu tarot Arkana Mayor berangka 13. Angka 13 sendiri indentik dengan hal-hal gelap, buruk, sial, mistis & misterius.

Ilustrasi dalam kartu tarot The Death biasanya menampilkan sosok malaikat maut yang dikelilingi beberapa orang dengan nuansa kesedihan dan kehilangan. Jika kita perhatikan, ilustrasi yang terdapat di dalam kartu tarot Rider Waite menampilkan sosok bayi/anak kecil, remaja, dewasa & orang tua. Hal tersebut menyatakan secara tersirat bahwasanya kematian bisa menimpa siapa pun dalam segala usia.

Dalam cinta kasih, ramalan tarot tentang cinta terkait dengan kartu tarot The Death menyatakan bahwasanya dalam menjalin hubungan kita perlu melakukan perubahan atau transformasi secara menyeluruh luar dalam. Emosi, jiwa, sudut pandang bahkan penampilan perlu disesuaikan & jika perlu dirubah menjadi lebih baik agar hubungan cinta kasih yang kita bina bisa selaras dengan pasangan. Bentuk kehidupan yang baru dan lebih menjanjikan kebahagian harus kita perjuangkan. Pola lama yang buruk perlu dihilangkan.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Jumat, 14 Mei 2010

Ramalan Tarot tentang Cinta The Hanged Man





Gambar : Pearls of wisdom tarot



Dalam struktur ramalan tarot, The Hanged Man (Orang yang Tergantung) termasuk ke dalam katagori kartu tarot Mayor Arkana bernomor 12. Di dalam kartu tarot ini tergambarkan seorang pria yang sedang tergantung terbalik dengan posisi salah satu kaki bebas lepas. Tiada nampak penderitaan sedikit pun dari roman muka si pria ini, dia justru terpesona dengan pemandangan dan keadaan yang dilihatnya dari sisi yang berlainan. Si pria tergantung ini nampaknya telah memperoleh pencerahan & pembelajaran hidup dari hasil penderitaan yang telah dia tempuh.

Dalam ramalan tarot tentang cinta, kartu tarot The Hanged Man ini mengajarkan pada diri kita bahwasanya dalam menjalani hubungan yang harmonis seringkali dibutuhkan pengorbanan dan juga sedikit penderitaan. Pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan juga emosional yang tulus kita berikan terhadap pasangan. Kartu tarot The Hanged Man mengajarkan kita untuk selalu peka dan intropeksi diri akan kebutuhan pasangan. Hendaknya kita jangan hanya bisa menuntut dan selalu minta dimengerti saja.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Rabu, 12 Mei 2010

Ramalan tarot tentang cinta The Justice






Gambar : Tell Me Tarot Card


Kartu tarot The Justice (Pengadilan) merupakan salah satu kartu tarot Arkana Mayor bernomor 11. Dalam versi lain nomor urut kartu tarot ini bertukar tempat dengan kartu tarot The Strength (Kekuatan) yang nomor 8. Secara numerologi nomor 11 merupakan sumber getaran, mengandung energi kuat.

Dalam ilustrasi tergambarkan seseorang tengah memegang alat timbangan dan juga pedang siap menyelesaikan konflik secara berimbang sesuai dengan kadarnya. Di dalam kartu ramalan kartu tarot, si penimbang selalu digambarkan tanpa penutup mata sebagai perlambang pandangan yang tak terbatas.

Di dalam cinta kasih, kartu ramalan tarot The Justice memberikan saran kepada kita agar dalam menyikapi masalah cinta kasih hendaknya kita bisa berimbang. Seimbang antara penilaian secara emosi maupun logika.

Jika kadar emosi terlalu berlebihan dalam menyelesaikan permasalahan maka akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan dalam cinta kasih. Demikian pula sebaliknya, jika kadar logika terlalu berlebihan maka akan menghasilkan keputusan yang cenderung mengutamakan ego dan kurang belas kasihan terhadap pasangan. Maka dari itu keseimbangan antara emosi dan logika dalam cinta kasih perlu dilakukan.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Senin, 10 Mei 2010

Artikel Ramalan Tarot Zodiac dan Forum Konsultasi di Tabloid Info Kecantikan edisi 5-18 Mei 2010




Gambar :
Tabloid Info Kecantikan edisi terbaru 05-18 Mei 2010 yang berisikan Rublik Konsultasi dan Ramalan Tarot Astrology oleh PriyaShiva Akasa


Bagi anda yang tertarik berkonsultasi berkaitan dengan berbagai masalah kehidupan atau bagi anda yang sekedar ingin mengintip perjalanan nasib dan keberuntungan berdasarkan ramalan Tarot dan Astrology yang diasuh oleh PriyaShiva Akasa seorang Peramal Tarot Professional, semua itu bisa anda dapatkan di Tabloid Info Kecantikan edisi terbaru tanggal 5-18 Mei 2010.

Edisi terbaru ini berisikan juga berbagai tips-tips kecantikan bagi kaum hawa dan info menarik lainnya. Edisi Full Color & Harganya pun sangat terjangkau dan bisa dibeli di seluruh wilayah Indonesia. Tabloid Info Kecantikan ini terbit setiap dua minggu sekali.

Sebagaimana anda ketahui bahwasanya PriyaShiva Akasa telah menjadi Pengasuh Rublik Konsultasi berikut juga Narasumber Ramalan Tarot Astrology di Tabloid Info Kecantikan ini semenjak edisi Juli 2009 yang lalu.

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Panen Peramal Jelang Imleks Artikel Koran Media Indonesia 31 Januari 2010

Berikut ini adalah kutipan Artikel Koran Media Indonesia edisi tanggal 31 Januari 2010 dimana PriyaShiva Akasa menjadi salah satu narasumber mengenai dunia ramal meramal Tarot.

Panen Peramal Jelang Imlek


MEMBACA kartu tarot, menghitung peruntungan dengan fengsui, atau membaca garis tangan, membutuhkan keahlian khusus. Sebagian mengandalkan bakat, sebagian lagi mengandalkan kerja keras yang mengasah insting.
Ketika keahlian menghasilkan uang, saat itulah keahlian itu menjadi profesi. Entah disebut konsultan, peramal, atau sekadar pembaca farot,profesi ini tak dipungkiri mempunyai penghasilan yang menjanjikan.
Kalau tak percaya, cermati saja tarifnya. Untuk kelas menengah, tarifnya berkisar Rp50 ribu sampai RplOO ribu. Sedangkan kelas yang lebih atas, bisa mencapai Rp200 ribu sampai Rp500 ribu. Pembaca tarot PriyaShiva Akasa, pemilik website www.indolarot.com, mengaku bisa menerima tiga sampai tujuh orang per hari. Baik konsultasi melalui telepon, chatting, atau tatap muka. Penggunaan dunia maya seperti milis, forum, dan video di youtube, juga membantu pelayanan konsultasi dari luar kota.
Mendekati pergantian tahun, peminat jasa ini semakin ramai. Stan ramai Dewi Murniani di Puri Indah Mall, misalnya, bisa dikunjungi 12 sampai 20 orang per hari. Jumlahnya tentu kian meningkat menjelang 14 Februari nanti. Kalau dikalikan dengan 30, tentu bisa dibayangkan berapa penghasilan per bulan.
Bagi yang tak punya cukup uang, tak perlu khawatir. PriyaShiva yang memiliki latar belakang IT, juga menyediakan ramalan gratis yang bisa diakses tiap orang. Cukup mampir ke www.indotarot.com atau www.indotarot.proboards.com. Di sana Anda bisa menemukan ramalan dan konsultasi tanpa perlu uang sepeser pun.
Mengenai ramalannya, Dewi mengaku jarang keliru. Walau keliru, biasanya karena ulah pengunjung yang memang sengaja ingin mengacaukan. "Niatnya sudah ingin mengacaukan, jadi apa pun pasti dianggap salah," ujar Dewi yang kerap bertemu pengunjung macam itu.
Menurut Ani Sekarningsih, dari kombinasi kartu tarot saja terdapat 10 pangkat 15 kemungkinan. Dari angka tersebut, tergambar sudah betapa rumitnya pola dan peta kejiwaan manusia itu. Bagi mereka yang mahir, semestinya walau dengan sehelai kartu sekalipun bisa dikatakan keakuratan dapat mencapai antara 60% sampai 90%. Tak ada yang tepat 100%, karena yang mencapai angka itu hanya Tuhan, Sang Sutradara alam semesta, " lanjut Ani. C/M-4)

 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Mengintip Kode Kehidupan Artikel Koran Kompas 27 Desember 2009

Berikut ini kutipan artikel Koran Kompas edisi tanggal 27 Desember 2009 dimana PriyaShiva Akasa menajadi salah satu narasumber peliputan tentang bisnis & dunia ramal meramal Tarot.

"Mengintip" Kode Kehidupan

Minggu, 27 Desember 2009
-------------------

Peramal tarot, Priya Shiva Akasa, mengaku bukan sekadar meramal, tetapi lebih mengedepankan layanan konsultasi.
Menurut dia, peramal hanya sebagai pengarah dengan membantu melihat kode kehidupan seseorang lewat tarot. ”Kami hanya membantu menyelesaikan masalah, mengarahkan klien dalam menyikapi hidup,” kata Priya.
Kelenteng juga menjadi tempat mendapatkan pedoman hidup. Seperti yang dilakukan Tony Librado (57), Sabtu petang di Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Palmerah, Jakarta. Sore itu, ia mencari pengumuman Vihara Dharma Jaya Toasebio, yang menurut dia, merupakan pedoman hidup tahun depan. Setelah mendapatkan kertas, dia langsung lega.
”Saya bersyukur, tapi tetap waspada juga. Nasib saya bisa saja jelek kalau saya tidak hati-hati,” kata ayah dua anak itu.
Selain di Jakarta, fenomena ramal-meramal juga terjadi di daerah seperti Solo, Salatiga, dan Semarang.
Ketidakpastian situasi
Teolog Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Izak Lattu, menilai, maraknya upaya untuk meramal tidak terlepas dari situasi psikologi akibat ketidakmenentuan situasi ekonomi, politik, dan sosial.
Maka, saat memasuki tahun baru yang penuh dengan ketidakpastian, meramal menjadi jalan pintas bagi mereka untuk mendapatkan ”pegangan”.
Namun, tambahnya, hal itu menjadi sangat bersifat material dan hanya akan berbicara tentang ”saat ini” dan ”di sini”. ”Di sini peranan agamawan sangat penting. Memberikan keyakinan kepada masyarakat agar mereka jadi memiliki harapan di tengah ketidakpastian,” tuturnya.
Sosiolog Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Hermawan Pancasiwi, juga menilai, fenomena ramal-meramal menjelang tahun baru menunjukkan perilaku masyarakat yang mulai kehilangan norma atau dalam istilah sosiologi dikenal dengan anomi.
”Mereka memanfaatkan dunia metafisika untuk mengetahui masa depan karena tidak mampu memprediksi masa depan secara rasional,” katanya.
Menurut Hermawan, anomi muncul karena perubahan yang cepat di masyarakat. Mereka meninggalkan pola kehidupan yang lama, tetapi belum menemukan yang baru.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat menjadi labil dan diperparah dengan munculnya bencana alam serta tayangan-tayangan film yang menceritakan kehancuran masa depan. ”Meski tidak logis, film-film seperti ini menimbulkan histeria massa,” ujarnya.
Akibatnya, masyarakat mendatangi peramal untuk mendapatkan harapan pada masa depan. Padahal, harapan tersebut merupakan harapan semu yang tidak didasarkan pada perhitungan rasional.
Semua peramal, lanjutnya, tidak akan mengatakan ramalan yang jelek karena mereka mendapatkan uang atas jasanya. Hal tersebut akan menjadi fatal apabila orang yang diramal berhenti dan hanya menunggu hasil ramalan.
Hermawan mengatakan, pemerintah harus membantu masyarakat agar tidak larut dalam kondisi tersebut. Ramalan harus dihindari karena tidak mendewasakan masyarakat.
Misalnya, dengan menyeleksi buku-buku ramalan serta mengontrol tayangan yang menawarkan jasa ramalan di televisi.


 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------  

Bius Tarot - Artikel Koran Tempo 25 Januari 2009

Berikut ini kutipan sebuah artikel dari Koran Tempo edisi tanggal 25 Januari 2009 dimana PriyaShiva Akasa menjadi narasumber peliputan seputar dunia ramal meramal kartu Tarot, diliput oleh wartawan Koran Tempo : Oktamandjaya Wiguna.

Bius Tarot

Dari hari ke hari, wabah tarot kian merebak. Buku dan segala pernak-pernik tarot laris manis. Belakangan, sejumlah kursus yang mengajarkan tarot juga kian menjamur.
Satu rak buku di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, itu nyaris tak pernah penuh lantaran isinya terjual dengan cepat begitu stok baru ditempatkan. Padahal buku pada rak itu ditulis oleh pengarang tak kondang, bahkan penerbitnya pun kurang dikenal publik.
Inilah rak buku tarot, yang menjadi salah satu section penjualan tertinggi di toko buku impor tersebut. Bahkan penjualan buku dan pernak-pernik tarot, yang dihargai mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta, itu terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak toko itu dibuka 10 tahun silam, tarot dan pernak-perniknya memang menjadi primadona. Saban kali Kinokuniya akan mengisi ulang barangnya, terutama genre Paranormal & Occult, tarot sudah menjadi daftar belanja wajib. "Tarot itu andalan section ini, jadi pemesanan buku dan kartu tarot terus ditingkatkan," kata Customer Service Manager Kinokuniya Indonesia Amanda Aayusya.
Dari catatan Amanda, pembeli pernak-pernik tarot, yang rata-rata berusia 25-45 tahun, tak hanya datang dari Ibu Kota, tapi banyak juga yang memesan dari Medan, Surabaya, dan Bali. Menurut dia, pelanggan biasanya membeli buku panduan bermain tarot dan kartunya.
Jika melihat kartu yang memuncaki daftar terlarisnya, Rider-Waite Tarot Deck, Amanda berkesimpulan bahwa mayoritas dari mereka masih pemula. Di kalangan para pembaca tarot, kartu itu dikenal dengan gambar-gambar yang sederhana dan mudah diinterpretasikan.
Tren lain boleh hilang dan berganti, tapi ramalan kartu tarot terus bertahan. Adanya toko yang menjual perlengkapan tarot plus kian meluasnya jaringan Internet ikut mendorong pertumbuhan peminatnya, baik yang menjadi pembaca tarot maupun yang menjadi kliennya.
Salah satunya Ika. Perempuan berusia 30 tahun asal Yogyakarta itu sekitar setahun lalu mulai belajar kepada seorang pembaca tarot profesional di Singapura. "Saya merasa punya bakat dan, setelah bermeditasi, saya memutuskan belajar," katanya.
Setelah kembali ke Indonesia, Ika meneruskan belajar kepada seorang ahli tarot di Yogyakarta yang ia rahasiakan namanya. Ika, yang juga berbisnis kuliner, diajari oleh dua gurunya itu menajamkan nalar dalam membaca arti gambar pada kartu.
Setelah lebih dari setahun belajar, Ika merasa kepekaan indra keenamnya kini bisa tersalurkan untuk membantu orang. Kian hari semakin banyak yang menemuinya agar dilihat hubungan percintaan hingga rencana pengembangan bisnisnya.
Kini Ika juga kerap berkumpul dengan sesama praktisi tarot di Yogyakarta, yang tergabung dalam sebuah komunitas. Dari kumpul-kumpul itu, ia melihat jumlah pembaca tarot di Kota Gudeg kian hari kian besar. Ada yang belajar karena penasaran dan sekadar bersenang-senang demi pergaulan. "Banyak pula yang menjadikan tarot sebagai bagian dari hidup seperti saya," Ika menerangkan.
Menurut Ika, salah satu pemicunya adalah mudahnya membeli kartu. "Sekarang, kalau mau beli, tinggal ke toko buku," ujarnya. "Kalau dulu susahnya bukan main."
Tingginya minat itu ditangkap oleh para pembaca tarot profesional untuk membuka kursus dan pelatihan membaca tarot. Misalnya Ani Sekarningsih, yang memegang gelar Certified Tarot Grand Master dari American Tarot Association. Dia membuka pelatihan tarot wayang yang dibuatnya.
Ia melatih murid-muridnya di Padepokan Tarot Indonesia di bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menurut seorang anggota staf di padepokan tersebut, untuk belajar tarot secara privat kepada Ani, seorang murid harus merogoh kocek sekitar Rp 3 juta.
Adapun pembaca tarot Priyashiva Akasa mengadakan kursus tarot jarak jauh lewat Internet. Sejak Mei 2008, ia membuka tiga level kursus, dari tingkat dasar sampai level mahir.
Shiva--begitu sapaannya--menyusun kurikulum tingkat dasar sebanyak 12 sesi. Saban pekannya ia akan mengirimkan bahan lewat surat elektronik, dari pengenalan tarot, mitos mistis yang salah tentang tarot, sistem kartu tarot dan cara membacanya, hingga studi kasus menjelang akhir kursus. "Saya menjamin, setelah kursus ini, murid saya pasti bisa memakai tarot," katanya.
Menurut Shiva, semua orang bisa menjadi muridnya asalkan minimal berusia 17 tahun dan memiliki kartu tarot. Pria yang mengganti nama atas saran guru spiritualnya ini juga menyeleksi muridnya berdasarkan tanggal lahir.
Sejak menjadi pembaca tarot profesional enam tahun lalu, Shiva melihat minat masyarakat belajar tarot cukup tinggi. Tapi tak banyak ahli tarot yang mau berbagi ilmu. Sedangkan untuk belajar sendiri juga cukup sulit karena dulu mencari informasi dan buku soal tarot tidaklah mudah.
Peramal tarot yang rutin menjadi narasumber acara di radio Pop FM Depok, Jawa Barat, itu sengaja membuka kursus dengan harga yang relatif terjangkau agar tarot lebih memasyarakat. Shiva menolak menyebut berapa tarif kursusnya, tapi dari situs Indotarot, ia memasang harga kursus sebesar Rp 900 ribu untuk tingkat dasar.
Sejauh ini kursus online tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan murid dari Indonesia dan beberapa dari mancanegara. Di luar kursus, Shiva juga membolehkan muridnya berkonsultasi soal tarot di milis yang terus ia pantau lewat BlackBerry, yang selalu dibawanya.
Salah satu murid di Indotarot adalah Senia. Perempuan berusia 24 tahun ini memutuskan belajar tarot lebih serius demi meningkatkan kemampuannya membaca kartu. "Saya belajar supaya bisa membaca tarot untuk diri sendiri, yang selama ini tak pernah bisa," ujarnya beralasan.
Senia, yang tinggal di Batam, tertarik belajar ilmu tarot sejak lama. Tapi ia kesulitan mencari tempat berguru dan membeli kartu. Senia, yang kini memiliki 18 set kartu tarot, bercerita, dulu ia harus membeli kartu dengan harga mahal di Singapura. Sekarang ia sudah bisa memesan dari Jakarta.
Menurut Senia, sejak mengikuti kursus, ia jadi lebih mantap, baik dalam membaca tarot untuk orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Ia juga bisa lebih tenang saat melihat hal-hal yang mungkin terjadi padanya di masa depan.
Kini, setelah kemampuannya meningkat, Senia semakin kebanjiran permintaan para kenalannya yang minta diramal. Meski begitu, ia merasa belum puas dan berencana melanjutkan kursus di tingkat yang lebih mahir.
Keinginan Senia mendalami tarot memang cukup menarik. Sejauh ini memang belum banyak pembaca tarot profesional. Hal itu dibenarkan Shiva. Menurut dia, hingga kini ia belum menemukan murid yang belajar untuk menjadi pembaca tarot profesional seperti dirinya.
Meski begitu, Shiva tetap optimistis karena hasil bisnis membaca peruntungan ini lumayan bagus. Ia sendiri, misalnya, mematok tarif sekitar Rp 200 untuk satu orang kliennya. Menurut Shiva, tarif untuk pembaca tarot kondang dan langganan muncul di media massa bisa mencapai jutaan rupiah per satu sesi konsultasi.
Hanya, tutur Shiva, para pencinta tarot di Indonesia masih agak sulit berkembang. Soalnya, masyarakat kita masih mengaitkannya dengan dunia mistis. Shiva menyatakan kesalahpahaman itu disebabkan oleh para ahli tarot yang gemar memistiskan diri dan kartunya.
Shiva mencontohkan ada ahli tarot yang selalu membungkus kartunya dengan kain hitam, diberi bunga dan diletakkan di ruangan khusus, serta wajib dibawa saat bepergian. "Padahal tidak ada sama sekali aturan dalam tarot yang mengharuskan ritual-ritual seperti itu," ujarnya. "Itu ritual yang dibuat sendiri oleh orang per orang."
Anggapan mistis itu kerap mengundang reaksi sekelompok orang yang mengatasnamakan agama, yang menyerang para pembaca tarot karena dianggap pengikut semacam aliran sesat. Shiva pernah punya pengalaman pahit, yakni di-geruduk beberapa orang, yang memaksa dia membakar kartu-kartu tarotnya.
Toh, Shiva tak menyerah. Ia malah bertekad terus mengajari orang memahami tarot dan membangun asosiasi para pembaca tarot seperti di mancanegara. "Tarot itu bukan aliran sesat," katanya. "Lagi pula saya memakai tarot untuk menolong orang lain memecahkan masalahnya." OKTAMANDJAYA WIGUNA
 -----------------------------------
Untuk berkonsultasi dengan Priyashiva Akasa Dwijendra/Priyashiva Akash, anda bisa menghubungi 
Telp/WA: +62 856 70 345 22 (Syarat & Ketentuan Berlaku)  

Priyashiva Akasa Dwijendra
-------------------------------
YouTube Channel :
Acara TV Priyashiva Akasa Dwijendra

-----------------------------------------------------------------